Pages

Jumat, 04 Februari 2011

Potensi Emas di Jambi Dilirik Investor

Potensi kandungan emas di Kabupaten Merangin, Jambi banyak dilirik investor asing, kata Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral Merangin, Markoni, Kamis.

"Kabupaten Merangin miliki potensi emas dan kandungan biji besi tersebar di beberapa kecamatan. Hal ini menarik minat investor nasional maupun internasional," katanya di Bangko, Ibukota Merangin.

Investor dari Indonesia juga banyak yang melirik potensi mineral di Merangin. Sementara investor dari luar negeri diantaranya adalah Cina dan India. "Apalagi sekarang Merangin memproduksi biji besi yang dikelola PT PSM dan PT Sitasa Energi," ungkapnya.

Menurut dia, potensi alam yang terkandung di Bumi Merangin cukup menggiurkan investor, baik investor nasional maupun internasional. Hal ini disebabkan banyaknya sumber mineral yang berkualitas dan termasuk terbesar di Provinsi Jambi.

Banyak sumber mineral yang berkualitas terutama biji besi dan emas yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Merangin, ujarnya.

Daerah yang banyak terkandung biji besi terdapat di daerah Bukit Barisan, sedangkan kandungan emas banyak di Kecamatan Nalo Tantan, Batang Masumai dan Tabir.

Karena banyaknya investor yang ingin masuk ke daerah ini, Markoni menjamin tidak akan ada tumpang tindih izin yang akan dikeluarkan dan juga membuka kesempatan seluas-luasnya bagi investor yang ingin masuk. Ia tidak pernah menghalangi investor luar yang ingin berinvestasi di Merangin.

Perlu diketahui, saat ini sudah 15 izin pertambangan yang dikeluarkan Dinas ESDM dan sudah banyak tenaga kerja yang direkrut perusahaan pertambangan.

Tak hanya di Merangin saja, di Kabupaten Kerinci juga menyimpan kandungan emas. Di Kerinci memiliki potensi tambang emas dan logam terbesar di Indonesia. Berdasarkan hasil survei investor Kanada, daerah itu memiliki areal tambang seluas 13.729 hektare. Potensi tambang emas dan logam Kerinci yang lebih besar dari PT Freeport di Papua, terdapat di Kecamatan Gunung Kerinci.

Sumber: AntaraNEWS (Editor: B Kunto Wibisono)

0 komentar:

Posting Komentar